Jumat, 27 Februari 2009

Kita Hidup Perlu Kasih Sayang

Pada suatu hari ada seorang gadis yang duduk termenung di bawah pohon.Tak seorang pun yang mengerti apa yang difikirkan oleh gadis tersebut.Dia merasa bahwa dirinya adalah gadis yang sangat bodoh karena setiap harinya dia hanya bisa menulis dan menulis,di setiap secarik kertas yang kemudian dia susun. Dia hidup di dunia bagaikan selembar kertas yang gak akan berguna untuk di manfaatkan dalam bidang tulis menulis. Semua yang dia kerjakan tak ada hasil selalu salah, padahal dia sudah melakukan yang terbaik agar orang-orang tidak merasakan di rugikan, tapi itu semua menjadi terbalik semuanya tidak bisa dia lakukan dengan baik.

Dia selalu bertanya kepada dirinya sendiri " mengapa aku gak bisa melakukan hal yang baik, mengapa semua pekerjaan yang aku lakukan salah, apakah aku dilahirkan dan diberadakan di bumi untuk hidup dan menjalaninya lalu setelah itu saya di takdirkan untuk selalu berada di setiap kesalahan. Aku tak merasa mendapatkan kasih sayang yang layak, tidak mendapatkan keadilan yang sama seperti teman-teman ku.tapi akhirnya aku bisa menerima itu semua, tapi mengapa aku tak bisa mendapatkan kebahagiaan, ketentraman, dan keindahan dalam menjalani hidup. Mengapa itu semua hanya sekejap,kebahagian dan senyuman yang selalu di inginkan oleh setiap manusia itu tidak bisa aku nikmati dengan baik Terkadang rasa iri tumbuh dalam hati yang paling dalam bila seorang anak yang di belai,diberi kasih sayang yang lebih oleh orang yang dia kenal atau pun yang dekat dengan dia. Sedangkan aku yang banyak sekali orang yang saya kenal dalam kehidupanku tapi tak ada seorang pun yang seperti itu. Aku tau orang-orang memang memberikan aku rasa cinta,kasihan,serta keadilan yang semestinya mereka lakukan kepada setiap anak, tapi apakah mereka tahu kalau sebenarnya rasa cinta,kasihan,serta keadilan tidak didasarkan karena rasa terpaksa.lebih baik tidak mengasihi itu semua karena bila rasa tersebut dilandaskan oleh rasa terpaksa akan percuma, tak ada gunanya dan membuang energi. Karena dengan perasaan yang tulus dan tak ada alasan untuk membedakan akan mengantarkan rasa kasih sayang yang lebih istimewa walupun kasih sayang yang diberikan hanya sekejap akan membuat hasil yang berlebih, tapi walau pun aku berkata seperti ini tak akan bisa aku dapatkan Mungkin aku memang ditakdirkan seperti ini yang selalu mengalah dalam soal kehiupan dan apakah aku tidak akan pernah menemui kehidupan yang indah,tentram dan penuh kasih sayang. Ingin ku mengatakan ini kepada seseorang, tapi pada siapa aku akan bercerita tak ada satu pun yang mempedulikan aku." Karena merasa lelah gadis itu hanya bisa mengeluarkan tetes air mata.
Tiba-tiba datang seorang kakek yang berbicara," kehidupan di dunia tidaklah mudah, bagi kakek kehidupan hanya membuat kita sengsara, kehidupan yang kita hidupi berjumlah 2 kehidupan yakni di dunia dan di alam lain.Kehidupan di dunia yang pada saat ini kita diami merupakan kehidupan yang sesaat tapi bisa membuat kita sengsara di dunia lain, maka di kehidupan yang kita diami sekarang haruslah yang baik dan berguna apabila kita gunakan yang baik niscaya kehidupan di dunia yang lain kita akan lebih baik dari pada kehidupan yang kamu inginkan, oleh sebab itu kamu tidak boleh menangisi kehidupanmu yang sekarang, di esok nanti kamu akan menemukan kehidupan seperti yang kamu inginkan. Gadis itu terdiam sejenak lalu memeluk tubuh kakek dengan perasaan yang lebih nyaman.Mulai sejak itu si Gadis tidak lagi mendiami rumahnya karena orang tuanya tidak mengizinkan untuk tinggal di rumah tersebut, maka dari itu Gadis membuat gubug dan tinggal mereja berdua disana. Walaupun gubug itu hanya biasa tapi di dalam gubug tersebut banyak terdapat cinta dan kasih sayang yang indah.