Mengapa kehidupan ini sangat tidak menyenangkan bagi saya. Saya sadar di dalam kehidupan pasti ada baik dan buruknya, tapi mengapa saya tidak mendapatkan kebahagiaan dengan baik. Setiap waktu saya harus bersabar,ikhlas,tabah,dan menerima kenyataan. Apabila saya diwajibkan untuk memilih mana yang lebih baik antara mati dan hidup, saya akan lebih memilih mati. Saya tau kematian banyak ditakuti oleh semua orang, seakan-akan mereka ingin hidup selamanya, bersenang-senang di bumi selamanya. Tapi menurutku itu semua tidak menjamin karena dalam kehidupanku tak ada yang sempurna. Saya bisa bersyukur karena saya telah diberikan alat indra yang lengkap, tapi mengapa kehidupanku ini melebihi kehidupan dalam kematian, yang selalu ditakuti oleh semua orang. Keluarga merupakan sesuatu yang sangat penting itu memang benar, tapi apakah keluarga akan selalu dikatakan benar apabila selalu memarahi,menyalah gunakan serta membeda-bedakan yang satu dengan yang satunya pada seorang anaknya. Mengapa seorang anak angkat selalu dibedakan dengan anak yang kandung. Mengapa kebanyakan seorang anak angkat tidak enak dipandang mata. Tapi didalam kehidupanku saya memang seorang anak angkat yang selalu dibeda-bedakan oleh seorang ibu. Apalagi kata " dimarahi" akan selalu saya kenang karena setiap menit pasti ada sesuatu yang salah terhadap saya entah itu berupa sikap dalam kebiasaan, pekerjaan yang kurang memuaskan dan masih banyak lagi. Apalagi bila tidak ada sesuatu yang salah, tapi masih saja saya dimarahi, entah itu sikap-sikap saya yang lama, pekerjaan saya yang salah tapi udah lama.
Saya tau beliau juga mensekolahkan saya, aku juga harus bersyukur karena saya dapat disekolahkan dan dapat ilmu..Dan saya juga mengerti ibu saya selalu memberikan saya yang terbaik mulai dari pakaian bagus, uang, dia selalu mengantarkan saya ke rumah sakit apabila saya sakit. Tapi mengapa sikap ibuku tidak bisa saya rubah. Aku ingin sekali dia bicara lembut,sopan,pengertian, selalu bisa untuk saya ajak untuk berbagi cerita, aku ingin sekali mendapatkan perhatian yang layak bukan perhatian yang dikatakan "MANJA" sikap seperti itu aku juga tidak suka. Bila tidak ke acara-acara keluarga bajuku tidak akan bagus, teman-teman banyak yang mempuyai celana pensil di lemarinya, tapi lihat pada saya celana-celana biasa yang ada. Saya ingin sekali pergi dari rumah itu, tapi aku tidak rela meninggalkan ayahku serta saudara laki-lakiku. Mereka sangat perhatian padaku. Aku ingin sekali saudara perempuanku dan ibuku seperti mereka yang selalu mengerti terhadapku. Tapi semua itu sudah terlambat tanpa kasih sayang yang sempurna dan akibat saya selalu dimarahi membuat saya menjadi seorang anak yang jadi-jadian menjadi cowok. kalau anda melihat pakaian dilemari tak ada satupun yang berbau wanita, semuanya kaos. Dengan berjalannya waktu bisa membuat saya terbiasa memakainya, sehingga membuat saya risih kalau memakai baju wanita ^_^.
Dalam cerita saya ini saya cuma ingin membuat ibu angkatku menjadi seorang ibu yang saya idam-idamkan. Bukan saja ibu angkatku melainkan juga saudara perempuanku. Yang selalu bisa mengajarkanku tutur kata yang baik bukan setiap hari berteriak-teriak memarahi aku, yang selalu membuat aku meneteskan air mata seakan akan saya tidak nyaman kalau deket ibuku (selalu merasa takut). Aku cuma ingin sedikit saja dari itu semua gak banyak, hanya ingin hidup bahagia dan tenang, buka kehidupan yang seakan-akan membuat saya tertekan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar