Sabtu, 17 Oktober 2009

KEBEBASAN

Cukup sulit juga mengekspresikan arti dari kebebasan,mungkin pada zaman sekarang arti kebebasan sudah tidak asing lagi, mereka semua pasti akan berkata bahwa suatu kebebasan adalah semuanya serba terserah, tapi bagaimana dengan orang yang lebih mengerti agama, dizaman ini memang semuanya hampir terbalik,perbuatan yg tidak pernah ada diajaran agama islam bisa didapatkan dizaman ini,saya contohkan di negara Indonesia, dinegara ini mayoritas semuanya beragama Islam tapi dengan berjalannya waktu semuanya seakan-akan terbalik,misalnya di Al-Qur'an tertulis bahwa seorang laki-laki tidak boleh bersentuhan dan itu hukumnya “HARAM” tapi mengapa pada zaman sekarang semuanya itu seakan-akan di wajibkan.. Subahanallah,saya mengatakan ini semua bukan berararti saya tidak pernah bersentuhan dengan laki-laki, mulai saya lahir dan disekolahkan saya sudah berbaut belut bersama laki-laki, dan saya juga melihat disekitar bahwa hal ini sudah tidak diperhitungkan, padahal hukum ini masih berlangsung,


Tapi menurut ku kebebasan adalah kata yg mudah dikatakan tapi sulit untuk dipraktekkan. Memang tidak terlalu sulit agar kita bisa bebas,tapi penyebab salah satunya adalah orang tua kita, mereka selalu tidak memperbolehkan kita untuk melakukan ini dan itu, apalagi kita kaum hawa sangat tidak mudah,tapi dizaman sekarang arti bebas itu sangat mudah. Bagiku arti bebas masih sulit aku deskripsikan karena aku masih melihat beberapa gelintir termasuk diri saya sendiri, yang belum sepenuhnya merasakan kebebasan, aku juga merasa akhir-akhir ini orang tua pada cerewet tidak boleh inilah, itulah,jangan beginilah, menjengkelkan sekali


Dibalik itu semua tujuan mereka hanya membuat kita menjadi anak yang terbaik, bukan menjadi anak yang terjerumus yang bisanya hanya mempermalukan orang tua saja, aku juga sabar dan tabah karena aku yakin ini semua demi kebaikan aku juga.


Kembali terhadap kebebasan, aku telah menanyakan hal itu kepada teman-teman ku, mereka menjawab singkat tapi mudah untuk diingat yaitu, bebas atas penderitaan segalanya dan terhadap lingkungan yang tidak mendesak pada diri kita. Tapi bagaimana dengan para anak-anak santri atau mungkin anak kiyai,ulama dan ustad, apakah mereka mendapatkan kebebasan yang sama dengan anak-anak yang biasa atau lebih falidnya anak-anak yang sudah terkena arus globalisasi. Apakah anak-anak santri itu merasakan tidak kebebasan, tapi ternyata masih ada yang merasakan kebebasan bahkan melebihi diriku. Saya tidak pernah menyangka bahwa masih ada orang yang lebih parah dari pada aku, betapa sabarnya orang tersebut.


Intinya sangat sulit yach bagi kita yang masih remaja merasakan kebebasan yang sangat luar biasa. Dan begitu juga kita tidak perlu memaksakan diri untuk merasakan indahnya kebebasan, apa lagi kalau hal tersebut dilarang oleh orang tua kita. Maka bagi kalian yang masih remaja tolong dengarkan apa yang dikatakan orang tua walaupun itu sangat menyakitkan dihati kalian tapi itu semua demi kebaikan kalian juga kok. Yang penting tetap BERSEMANGAT dan tetap menjalani hari dan melewati waktu-waktu yang sangat menyulitkan yang pasti kalian tidak boleh MENYERAH. Okayzz gayzz.....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar